You are currently viewing Pengalaman Traveling ke Thailand di Masa Pandemi Dengan Program Test & Go

Pengalaman Traveling ke Thailand di Masa Pandemi Dengan Program Test & Go

Yep, artikel kali ini bukan review cafe atau coffee shop seperti biasa tapi saya ingin berbagi pengalaman saya traveling ke Thailand di masa pandemi. 🙂

Setelah beberapa unggahan saya di medsos yang menunjukkan bagaimana kehidupan di Thailand saat ini, ada lumayan banyak teman-teman yang penasaran bagaimana cara orang Indonesia bisa masuk ke Thailand? Persyaratan apa saja yang diminta untuk bisa travelling ke Thailand? Seberapa sulit mengurusnya? dan lain-lain.

Sepertinya di masa pandemi yang serba susah untuk travelling ini, sudah banyak teman-teman yang rindu berpergian ke luar negeri walaupun hanya sekedar mengunjungi negara tetangga.

Saya juga merasakan hal yang sama, sampai akhirnya di awal bulan November 2021 lalu ada kabar gembira kalau Thailand punya program baru yang hampir tidak memerlukan karantina untuk berkunjung ke negaranya. Program ini dinamakan Test & Go.

Program Test & Go Untuk Orang Indonesia ke Thailand

Bangkok di masa pandemi, tuk tuk masih beroperasi
Bangkok City. Credit: @byretnodwinika

Setelah program Test & Go Thailand sempat ditutup untuk mencegah penyebaran virus Omicron, akhirnya ada kabar baik kalau program ini akah dilanjutkan lagi mulai tanggal 1 Februari 2022.

Dibukanya kembali program ini memancing semangat para traveler dari banyak negara termasuk para warga Indonesia yang sudah rindu mengunjungi kota-kota di Thailand seperti Bangkok, Chiang Mai, Phuket, dan lain-lain.

Meskipun pada awal diresmikannya program ini hanya ada beberapa negara yang bisa mendaftar, dalam waktu satu bulan setelahnya, akhirnya Indonesia bisa masuk ke dalam list dan bisa ikut berpastisipasi mendaftarkan diri untuk dapat Thailand Pass.

Thailand Pass ini berbentuk QR code yang akan di scan saat kamu sampai di bandara tujuan kamu di Thailand sebagai bukti kalau dokumen-dokumen kamu sudah diverifikasi sebelumnya dan sudah memenuhi persyaratan untuk bisa masuk ke Thailand.

Lalu bagaimana cara mendaftar program Test & Go sampai menerima Thai Pass?

Cara Mendaftar Program test & Go Thailand

China Town atau Kota Cina di  Bangkok Thailand Masa Pandemi
China Town. Credit: @byretnodwinika

Sebelum mendaftarkan diri kamu lewat portal konsular Thailand, pastikan kamu sudah punya semua dokumen-dokumen yang diperlukan dalam bentuk .JPEG

Saat itu syarat-syarat dokumen yang harus saya siapkan adalah:

  1. Scan passport.
  2. Tiket pesawat pulang-pergi.
  3. Bukti sertifikat telah divaksin dua kali dengan renggang waktu vaksinasi terakhir setidaknya 14 hari sebelum berangkat.
  4. Bukti sudah membeli paket akomodasi di hotel SHA+ yang sudah termasuk 1 malam menginap, RT-PCR test dan antar-jemput bandara.
  5. Asuransi jiwa yang juga mencover COVID-19 dengan dengan coverage paling tidak $50.000 USD.

Paket akomodasi SHA+ yang saya beli saat itu adalah dari Berkeley Hotel yang harganya sekitar 3 juta untuk 2 orang.

Kalau kamu sudah punya semua dokumen di atas dalam bentuk scan .jpeg lengsung bisa daftarkan diri kamu lewat Thailand Pass web portal.

https://tp.consular.go.th/

Isi semua data diri, upload dokumen-dokumennya, dan tinggal tunggu konfirmasi dalam jangka waktu satu jam sampai 7 hari kerja.

Saat itu karena program ini baru saja berjalan, saya baru menerima konfirmasi berhasil mendaftar Test & Go setelah 4 hari kerja. Tapi akhir-akhir ini banyak teman-teman yang langsung mendapat konfirmasi dalam hitungan jam.

Thailand Pass

Lalu bagaimana bentuk konfirmasinya kalau kamu sudah diterima kedalam program test & go?

kalau kamu diterima, kamu akan menerima balasan email berisi lampiran file PDF berupa Thailand Pass QR code. Jangan lupa download dan jaga baik-baik filenya ya.

Di fase ini, kamu sudah bisa bersantai dan hanya mempersiapkan untuk hari keberangkatan kamu ke Thailand.

Hal Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Ke Bandara

Travel photography Wat Arun Bangkok Thailand
Wat Arun. Credit: @byretnodwinika

Sebelum ke bandara, pastinya jangan lupa untuk melakukan RT-PCR test dan mendapat hasil negative. Meskipun di masa pandemi ini lebih baik menyimpan dokumen secara digital, saya sarankan kamu cetak semua dokumen-dokumen yang pernah kamu submit untuk mendapatkan Thailand Pass karena bisa saja akan diminta lagi saat di bandara.

Ini daftar dokumen yang saya cetak:

  • Hasil RT-PCR test negative.
  • Foto kopi passport.
  • Tiket pesawat.
  • QR code Thailand Pass.
  • Bukti 2 kali vaksin.
  • Bukti memiliki asuransi jiwa.
  • Konfirmasi pembelian paket hotel SHA+.

Saya sangat bersyukur saat itu punya semua dokumen-dokumen ini dalam bentuk tercetak karna entah kenapa petugas di bandara internasional Soekarno Hatta masih ingin melihat semua dokumen-dokumen ini dan sempat dibawa mondar-mandir konter-konter lain padahal sudah ada QR code Thailand Pass sebagai bukti dokumen sudah terverifikasi.

Apa Yang Dilakukan Saat Sampai Di Thailand?

Elephants Sanctuari di Chiang Mai Thailand. Bermain di alam bersama gajah
Chiang Mai Elephant Sanctuary. Credit: @byretnodwinika

Sampai di Bangkok, Thailand, setelah keluar dari pesawat saya harus mengantri untuk menunjukkan hasil RT-PCR test negative dan menscan QR code Thailand Pass yang saya miliki.

Setelah itu, saya langsung mendatangi konter Berkeley Hotel di pintu keluar dan menunggu supir pribadi yang akan membawa saya ke hotel.

Mobil yang di pakai untuk menjemput dari bandara ke hotel termasuk mewah dan nyaman, supir datang menggunakan pakaian formal lengkap sengan masker, face shield dan sarum tangan plastik. Di dalam mobil juga disediakan hand sanitizer dan pembatas plastik antara kursi depan dan belakang.

Sampainya di lobby hotel sekitar jam 6 sore, saya hanya perlu memasukan data dan langsung bersantai di kamar dan menikmati makan malam berupa nasi kotak yang disediakan hotel sambil menunggu petugas yang akan datang untuk melakukan RT-PCR test.

Sekitar jam 9 malam, petugas akhirnya datang untuk mengambil sample yang dilakukan di dalam ruangan kamar. Saat itu saya diinformasikan kalau hasilnya akna keluar 8 jam setelahnya, yang berarti sekitar jam 4 pagi.

Di sekitar jam 5 pagi saya bangun dan langsung menelefon ke lobby untuk menanyakan hasil PCR negatif atau positif. Karena hasilnya negatif saat itu saya sudah dibolehkan untuk melakukan aktivitas yang saya inginkan seperti keluar kamar, memakai fasilitas kolam renang di hotel ataupun langsung meninggalkan hotel.

Wat Chedi Luang Old Town Chiang Mai Thailand
Ruined Temple in Chiang Mai. Credit: @byretnodwinika

Untuk waktu yang serba sulit berpergian keluar negeri saat ini, program Test & Go Thailand benar-benar sangat mempermudah para turis asing yang ingin datang ke negara Thailand.

Dari mulai proses mengajukan file sampai karantina beberapa jam di dalam hotel sama sekali tidak ada yang merepotkan dan berjalan sangat mulus.

Saat itu saya sengaja untuk sampai di Bangkok sore hari karena di program ini kita harus mengunggu selama 8 jam sampai hasil RT-PCR keluar, hitung-hitung sekalian tidur malam supaya hotel juga tidak mubazir, hehe.

Keesokan harinya saya sudah bisa menikmati indahnya kota Bangkok bahkan di minggu selanjutnya juga terbang ke kota Chiang Mai melalui udara tanpa harus mengajukan file lain-lain lagi ataupun melakukan PCR, cukup menunjukkan sertifikat vaksin dan Thailand Pass.

Semoga trip kamu ke Thailand juga bisa berjalan mulus ya! Kalau ada yang ingin ditanyakan, feel free DM saya langsung di Instagram. Happy travelling!

Leave a Reply